CALON
BURONAN POLISI

Romi si pengedar narkoba.
DICARI / DIAMANKAN / DISERAHKAN
Segera laporkan ke kantor polisi terdekat
Genre : Drama, Crime, Fantasy, Action
DATA DIRI
ENTJ-A | 7W8 | LAWFUL EVIL | KOLERIS - PLEGMATIS | SUN IN CAPRICORN | ASCENDANT IN GEMINI | MOON IN GEMINI | VENUS IN SAGITARIUS | MARS IN SCORPIO
| Nama | Romi |
| Alias | - Lex |
| ㅤ | - Sang Kolektor |
| Lahir | 25 Desember |
| Jenis Kelamin | Laki-laki |
| Usia | 26 tahun |
| Goldar | B+ |
| Tinggi/Berat | 191 cm / 85 kg |
| Orientasi seks | Bisexual |
| Okupasi | - Pengedar narkoba ( tangan kanan Jaka) |
| ㅤ | - CEO Lex Delivery |
| ㅤ | - Owner Teater Wiracarita |
| Afiliasi | - Gembong Narkoba Jaka |
| ㅤ | - Lex Delivery |
| ㅤ | - Teater Wiracarita |
| Klaim suara | Riikami |
LATAR BELAKANG
Aku lahir 25 Desember, 26 tahun silam. Aku tidak menangis di puskesmas, rumah bersalin, atau pelukan ibu. Aku menangis di dekat selokan depan panti asuhan; namanya gak penting karena sudah digusur.Namaku Romi. Bukan orang tuaku yang kasih. Sepertinya nama itu keluar asal dari mulut pengurus panti, deh. Haha. Pernah iseng kucari, artinya Jalan penghidupan yang tentram, merdeka, sempurna.Aku yang terbakar semangat atas namaku ingin hidup seperti doa itu. Apa daya anak kecil selalu terlalu naif.Kehidupan terlalu keras untuk anak yatim piatu yang tidak punya apa-apa dan hidup di panti kumuh. Aku beruntung punya kecerdasan di atas rata-rata sehingga disekolahkan hingga SMA. Sampai sekolah, bukannya belajar malah dimaki, dihina, di—Ya, biasalah tipikal anak tertindas.Awalnya aku tak banyak bereaksi karena dewasaku lebih cepat dari anak-anak tolol yang beraninya keroyokan itu. Rasanya menyimpan kesumat kepada anak jendral, menteri, dan pejabat kota lebih bijak daripada harus berhadapan dengan hukum yang nantinya selalu tumpul ke atas.Kehidupanku berubah setelah aku bertemu dengan—Pria itu tidak pernah menyebutkan namanya dan sengaja membuatku terus memanggilnya 'Om' sampai sekarang.Kehidupanku berubah ketika aku bertemu dengan si Om. Pria jangkung itu tidak seperti orang-orang lain yang tutup matamelihat seorang anak SMA digeret paksa 'teman-temannya' ke dalam sebuah gang. Awalnya ia menertawakan kondisi babak belurku yang membuat otakku miring hingga aku malah ikut tertawa juga. Ia membantuku berdiri dan menawarkan isu 'balas dendam'.Iblis yang telah bertahun-tahun terpendam dalam hatiku langsung mengiyakan, sementara sedikit kewarasanku bertanya,"Dengan apa orang sepertiku bisa melawan mereka?" Jawaban dari pertanyaanku adalah satu gram sabu dalam plastik mika.Setelahnya, aku yang tidak pernah bicara dengan anak-anak kaya itu mulai membuka mulut manisku, menjerumuskan mereka semua menjadi pengguna obat-obatan terlarang.Merusak mereka dari dalam ternyata semenyenangkan itu. Mereka semua menjadi peliharaanku yang terus memohon dan rela melakukan apapun demi mendapat stok 'barang'. Beberapa kali aku diajak menghadiri pesta anak-anak bodoh itu dan di sana pula aku menjerumuskan anak lainnya.Selama SMA, stok selalu kudapat dari si Om. Aku sempat bertanya kenapa dia menghampiriku hari itu. Jujur aku sedikit berharap menemukan kebaikan dari segala bejatnya—seperti keinginan menolongku, misal. Jwabannya? Ia melihatku sebagai sebuah investasi dan anak-anak itu adalah tambang emas yang bisa dinikmati hasilnya seperti sekarang.Ah, dunia ini memang selalu tentang uang.Setelah menjadi lulusan terbaik di SMA, aku tidak melanjutkan kuliah meskipun aku telah punya banyak tabungan sampai sarjana. Pendidikan bukan tujuanku.Aku memilih untuk melanjutkan bisnisku bersama si Om bahkan setelah kini si Om ditangkap dan dimasukan ke lapas di Salemba.
KEPRIBADIAN
Aku suka uang, tapi bukan berarti kujual harga diriku demi kertas selembaran. Aku suka tantangan, makanya profesi ini kukerjakan. Tak perlu peduli kata orang, ayo 'bersenang-senang'.Mereka sebut aku culas. Meh, mereka saja kurang cerdas. Kata mereka aku ini tukang tusuk kawan dari belakang. Pft, apa mereka tahu arti kata kawan? Sedikit manusia yang sukses dapat gelar itu dariku. Mereka yang mendapatkannya tidak akan khianat, begitu pula aku karena janji adalah segalanya bagiku. Berani melanggar nazarmu? Kuambil nyawamu.Kekacauan? Aku bernapas dari itu. Kehancuran lawan? Itu yang kuharapkan dari tiap rencanaku. Semua ini demi tatanan dunia yang lebih baik. Harus ada aku yang mengotori tanganku, menjadi si buruk pencuri sorot lampu panggung dunia agar suatu saat penonton tahu apa itu kekejian.Kuanggap diriku tak pernah punya apapun, dan pria yang tak memiliki apapun adalah pria yang paling beruntung. Karena ia tidak akan takut kehilangan apapun dan menjadi pria yang paling menginginkan apapun.
| Profesional | Y.O.L.O |
| Work hard | Play harder |
| Pengamat | Psikopat |
| Ramah | Pemarah |
PENAMPILAN
Tato bentuk hati di lidah dan beberapa yang lain di sekitar tubuh. Orang bilang: dari mata turun ke hati. Meskipun Jakarta panas, atau dunia diserang zombie, aku tetap harus slay.

KEKUATAN
Berbagai Ilmu Beladiri
Berbagai beladiri ditanamkan Om kepadaku sejak SMP. Beberapa yang kupelajari adalah Pencak Silat, Wushu, Kravmaga, Muaythai, dan banyak yang tidak kudalami dengan serius. Tapi saat bertarung di jalan, aku biasa keluar dari semua konsep teknik bela diri dan mengandalkan pergerakan sendiri.
Pengendalian Angin
Tidak ada yang menyangka, termasuk aku sendiri bahwa hobi mengoleksi pusaka-pusaka yang diklaim sakti ini akan membawa kesaktian kepadaku. Kipas dan kuku pancanaka milik Dewa Angin ternyata merupakan sesuatu yang bisa kupakai sendiri. Kedua benda ini tidak hanya mengubah penampilanku ketika menggunakannya, tetapi juga kekuatanku sebagai manusia. Mana ada manusia biasa yang bisa mengendalikan angin sesuai kehendaknya? Hahaha, bukankah ini merupakan suatu bencana besar bila Lex sang pengedar narkoba, orang kepercayaan Bos Besar Jaka memiliki kekuatan seperti ini?Maka. kuputuskan untuk profesional dan memisahkan antara pekerjaan dan hobi. Identitas Sang Kolektor pun kusebarkan tiap kali hadir di pasar gelap untuk pelelangan atau secara pribadi membeli benda pusaka bersejarah dari penjualnya.
Jenius Intelektual
Hasilku saat test IQ di SMA adalah 190. Sekarang? Mungkin naik, mungkin anjlok, hahaha! Kalau saja IQ adalah salah satu bekal menghindari kejaran polisi, ya? Aku menguasai percakapan dari berbagai bahasa dan selalu menyerap ilmu dari buku dengan topik-topik yang aku sukai; narkoba, kriminal, sejarah, bahasa, dan seni budaya.
Menolak untuk Mati
Sebagai manusia biasa, tentu saja aku bisa mati kalau ditembak bertubi-tubi atau dijatuhi nuklir Korea Utara. Tetapi aku selalu berhasil selamat dalam situasi apapun dan menolak untuk mati sebelum aku menginginkannya.
RELASI
Playable Character
ㅤ
Seorang karib yang biasa Romi jumpai di bar tempat para penyamun bergumul satu sama lain. Awalnya, Romi menganggap Sambara sebagai pegawai gabut karena kerjaannya hanya berdiri dan planga-plongo seharian. Ternyata, Sam adalah seorang pembunuh bayaran yang berdarah dingin. Romi yakin bahwa Sam menyimpan banyak misteri yang bahkan tidak diketahui oleh dirinya sendiri.
ㅤ
Merupakan rekan bisnis Jaka. Ia adalah pemasok internasional dari senjata api yang digunakan para antek gembong narkoba Jaka. Baru diketahui oleh Romi, bahwa pekerjaan legal Mr. King adalah seorang dokter. Ini terjadi karena beliaulah penolong Romi ketika mengalami cedera saat sedang dikejar oleh Putih yang bekerja sama bersama interpol.
Non-Playable Character
Yudistira Hartanto

ㅤ
ㅤ
Ia adalah father figure untuk Romi. Seorang yang mengajari Romi bagaimana dunia bekerja dan bagaimana cara mengendalikan dunia. Ia, dengan nama samaran Jaka, menjadi salah satu otak terbesar dari peredaran narkoba di Indonesia. Seorang manusia berperangai iblis juga pewaris tunggal keluarga Hartanto yang sangat berpengaruh dalam bidang kesehatan.
Tante

ㅤ
Tante adalah rekan kerja Jaka. Ia merupakan pemilik diskotik-diskotik dan seorang mucikari di kota-kota besar Indonesia, mulai dari kelas ekonomi sulit sampai elit. Diskotik-diskotik ini menjadi tempat biasa Romi sebagai Lex bertransaksi. Tante hanya memfasilitasi peredaran met / sabu / metamfitamin yang akan dipadukan dengan bisnis pelacurannya.
Anjing Putih

ㅤ
Dijuluki sebagai Anjing Putih karena dinilai andal dalam mengendus kejahatan. Julukan ini semakin menjadi setelah ia berhasil meringkus Jaka si bandar narkoba. Putih adalah seorang satuan reskrim yang berfokus pada pemberantasan gembong Jaka. Selalu mencurigai bahwa Lex adalah Romi, namun tidak kunjung mendapatkan bukti konkret karena Lex selalu berhasil lolos dari pengejarannya.
Dru

ㅤ
Ia adalah seorang yang mengaku berasal dari neraka. Nampak tenang, kecuali saat sedang bertarung dengan 'makhluk buruannya'. Dru adalah orang yang memberitahu Romi bahwa beberapa dari pusakanya merupakan benda asli dengan karunia para Dewa. Wujud Sang Kolektor muncul akibat informasi ini. Setelah bekerjasama dalam satu pertarungan, Dru mengajak Romi bekerjasama untuk membebaskan Teater Wiracarita dari 'makhluk buruan' Dru.
Samara Samsara

ㅤ
ㅤ
Seorang primadona Teater Wiracarita yang juga anak dari pemilik asli teater tersebut. Terlilit hutang membuat Teater Wiracarita nyaris bangkrut, Samara pun terpaksa menjual kipas Pusaka Dewa Bayu hanya kepada Sang Kolektor yang ia ketahui adalah Romi. Romi merupakan seorang yang membuat Samara sangat terobsesi sejak SMP. Ia akan melakukan dan menyingkirkan segalanya demi Romi.
Sanjaya Pratama

ㅤ
Pria yang menjadi pewaris tunggal keluarga Pratama. Disebut-sebut sebagai pria sempurna dan disukai oleh semua orang. Dibanding sebagai pengusaha dan pebisnis, Sanjaya lebih suka disebut sebagai Kepala Sekolah. Ia adalah seorang kepala dari SMA Swasta Negara Indonesia yang baru dibelinya beberapa tahun ini. Sanjaya merupakan musuh Lex dan Jaka akibat peredaran narkoba yang terjadi di SMANI, tetapi seorang rekan bagi Sang Kolektor untuk menjatuhkan kedua musuhnya.
TRIVIA
Kisah origin Romi berlokasi di sebuah kota khayalan bernama Dema Baru, DKI Jakarta. Sebuah kota dengan siang yang ramah dan malam yang ganas. Dimana ekonomi teratasnya diduduki oleh tiga keluarga utama; Hartanto di bidang kesehatan, Pratama di bidang ekonomi & pendidikan, dan Gumilar di bidang media hiburan.
Romi adalah seorang psikopat yang tidak bisa merasakan beberapa emosi rumit seperti manusia normal; seperti empati dan cinta misalnya. Tapi ia bisa melakukan kamuflase seolah-olah sedang merasakan emosi tersebut. Ia juga telah memiliki kontrol diri yang baik seiring bertambah usia.
Romi memiliki kemampuan menyetir yang luar biasa. Bisa mengendarai kendaraan apapun baik di udara, laut, dan darat demi kepentingan pengantaran barang. Di darat, Romi memiliki motor SM sport SM 3 berwarna hitam yang diberi nama Ucrit.
Hanya bisa tidur dalam satu kondisi dimana lembaran uang seratus dan lima puluh ribu harus berhamburan di ranjang Romi. Kondisi ini dapat diminimalisir dengan menggunakan masker kesehatan yang ditempel lembaran uang di baliknya. Harus ada aroma uang kertas yang dihirup, baru ia akan tenang dan terlelap.
Preferensi makanan Romi sederhana, meski sudah menjadi milyarder. Ia alergi laktosa sehingga tidak dapat mengonsumsi susu. Makanan kesukaannya adalah bubur madura yang diaduk oleh pembuatnya, sementara minuman kesukaannya adalah es cendol.
Memiliki akun instagram dengan username @bkn.romeo. berpengikut seribu orang. Ia jarang menunjukan wajah di media sosial sebab itu adalah jejak digital, tetapi senang memposting foto karib-karibnya yang ia edit pada waktu luang.
Nyaris impoten dan tidak banyak tertarik untuk melakukan seks.
Seorang perokok berat, biasanya habis 12 batang sehari.
Romi diam-diam seorang kutu buku tokoh-tokoh pahlawan super dan legenda terkaitnya. Ia menggunakan identitas Sang Kolektor tiap kali membeli pusaka-pusaka yang diklaim sakral oleh orang-orang. Tidak peduli apakah pusaka tersebut asli atau palsu.
ㅤ

